Sumberdaya alam yang dapat diperbaharui (renewable), misalnya hewan, tumbuhan, mikroba, air, dan tanah. Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya bahwa sumber daya alam yang dapat diperbaharui adalah sumber daya alam yang ketersediaannya di muka bumi ini akan selalu ada sehingga manusia tidak perlu khawatir saat menggunakannya karena.
Setelahmembaca sinopsisnya mungkin kalian sudah sedikit mengerti apa yang dimaksud dengan sumber daya alam dan contoh –contohnya. Ada beberapa pengertian sumber daya alam menurut para ahli salah satunya, Suryanegara (1977) mengatakan bahwa secara definisi sumber daya alam adalah unsur - unsur lingkungan alam, baik fisik maupun hayati yang diperlukan manusia
Bayangbayang terjadi apabila cahaya terhalang sesuatu benda, maka terbentuklah bayang-bayang. Cahaya merambat dalam garis lurus. Bila cahaya terhalang sesuatu benda maka akan timbullah bayangan dari benda penghalang itu. Jika sumber cahayanya lemah, seperti matahari pada hari berawan, bayangan tidak kentara. Di tempat teduh tidak ada bayang-bayang, karena
Padadasarnya puisi untuk guru tercinta tidak hanya dapat disampaikan saat peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh pada tanggal 25 November saja, namun mengingat momentum spesial tersebut akan diselenggarakan tidak lama lagi, maka tidak ada salahnya untuk menggunakan hari tersebut untuk menyampaikan puisi menyentuh hati guna mengapresiasi
Hasilpenelitian ini menunjukan adanya struktur puisi yang terkandung dalam lirik lagu Ada Band album 2 Dekade-Terbaik Dari yang terdiri dari Unsur Lahir (Diksi, Pengimajian, Kata Konkret, Bahasa Figuratif, Rima, dan Tipografi)dan Unsur Batin(Tema,
q1KG4cm. Kemampuan Untuk Melihat Mendengar Dan Merasakan Isi Puisi Tersebut Kt - Here's Kemampuan Untuk Melihat Mendengar Dan Merasakan Isi Puisi Tersebut Kt collected from all over the world, in one place. The data about Kemampuan Untuk Melihat Mendengar Dan Merasakan Isi Puisi Tersebut Kt turns out to be....kemampuan untuk melihat mendengar dan merasakan isi puisi tersebut kt , riset, kemampuan, untuk, melihat, mendengar, dan, merasakan, isi, puisi, tersebut, kt, LIST OF CONTENT Opening Something Relevant Conclusion Recommended Posts of Kemampuan Untuk Melihat Mendengar Dan Merasakan Isi Puisi Tersebut Kt Conclusion From Kemampuan Untuk Melihat Mendengar Dan Merasakan Isi Puisi Tersebut Kt Kemampuan Untuk Melihat Mendengar Dan Merasakan Isi Puisi Tersebut Kt - A collection of text Kemampuan Untuk Melihat Mendengar Dan Merasakan Isi Puisi Tersebut Kt from the internet giant network on planet earth, can be seen here. We hope you find what you are looking for. Hopefully can help. Thanks. See the Next Post
Menganalisis puisi dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan unsur-unsur puisi yang meliputi unsur fisik dan unsur batin. Ada beberapa pendapat tentang unsur-unsur pembentuk puisi. Salah satunya adalah pendapat Richard. Dia membedakan dua hal penting yang membangun sebuah puisi yaitu hakikat puisi the nature of poetry, dan metode puisi the method of poetry. Hakikat puisi atau unsur batin terdiri dari empat hal pokok, yaitu Sense tema, arti Sense atau tema adalah pokok persoalan subyek matter yang dikemukakan oleh pengarang melalui puisinya. Pokok persoalan dikemukakan oleh pengarang baik secara langsung maupun secara tidak langsung pembaca harus menebak atau mencari-cari, menafsirkan. Feling rasa Feeling adalah sikap penyair terhadap pokok persoalan yang dikemukakan dalam puisinya. Setiap penyair mempunyai pandangan yang berbeda dalam menghadapi suatu persoalan. Tone nada Yang dimaksud tone adalah sikap penyair terhadap pembaca atau penikmat karyanya pada umumnya. Terhadap pembaca, penyair bisa bersikap rendah hati, angkuh, persuatif, sugestif. Intention tujuan Intention adalah tujuan penyair dalam menciptakan puisi tersebut. Walaupun kadang-kadang tujuan tersebut tidak disadari, semua orang pasti mempunyai tujuan dalam karyanya. Tujuan atau amanat ini bergantung pada pekerjaan, cita-cita, pandangan hidup, dan keyakinan yang dianut penyair Untuk mencapai maksud tersebut, penyair menggunakan sarana-sarana. Sarana-sarana tersebutlah yang disebut metode puisi. Unsur fisik atau Metode puisi terdiri dari Diction diksi Diksi adalah pilihan atau pemilihan kata yang biasanya diusahakan oleh penyair dengan secermat mungkin. Penyair mencoba menyeleksi kata-kata baik kata yang bermakna denotatif maupun konotatif sehingga kata-kata yanag dipakainya benar-benar mendukung maksud puisinya. Imageri imaji, daya bayang Yang dimaksud imageri adalah kemampuan kata-kata yang dipakai pengarang dalam mengantarkan pembaca untuk terlibat atau mampu merasakan apa yang dirasakan oleh penyair. Maka penyair menggunakan segenap kemampuan imajinasinya, kemampuan melihat dan merasakannya dalam membuat puisi. Imaji disebut juga citraan, atau gambaran angan. Ada beberapa macam citraan, antara lain citra penglihatan, yaitu citraan yang timbul oleh penglihatan atau berhubungan dengan indra penglihatan Citra pendengaran, yaitu citraan yang timbul oleh pendengaran atau berhubungan dengan indra pendengaran Citra penciuman dan pencecapan, yaitu citraan yang timbul oleh penciuman dan pencecapan Citra intelektual, yaitu citraan yang timbul oleh asosiasi intelektual/pemikiran. Citra gerak, yaitu citraan yang menggambarkan sesuatu yanag sebetulnya tidak bergerak tetapi dilukiskan sebagai dapat bergerak. Citra lingkungan, yaitu citraan yang menggunakan gambaran-gambaran selingkungan Citra kesedihan, yaitu citraan yang menggunakan gambaran-gambaran kesedihan 3. The concrete word kata-kata kongkret Yang dimaksud the concrete word adalah kata-kata yang jika dilihat secara denotatif sama tetapi secara konotatif mempunyai arti yang berbeda sesuai dengan situasi dan kondisi pemakaiannya. Slametmulyana menyebutnya sebagai kata berjiwa, yaitu kata-kata yang telah dipergunakan oleh penyair, yang artinya tidak sama dengan kamus. Figurative language gaya bahasa Adalah cara yang dipergunakan oleh penyair untuk membangkitkan dan menciptakan imaji dengan menggunakan gaya bahasa, perbandingan, kiasan, pelambangan dan sebagainya. Jenis-jenis gaya bahasa antara lain perbandingan simile, yaitu bahasa kiasan yang menyamakan satu hal dengan hal lain dengan mempergunakan kata-kata pembanding seperti bagai, sebagai, bak, seperti, semisal, umpama, laksana, dll. Metafora, yaitu bahasa kiasan yang menyamakan satu hal dengan hal lain tanpa mempergunakan kata-kata pembanding. Perumpamaan epos epic simile, yaitu perbandingan yang dilanjutkan atau diperpanjang dengan cara melanjutkan sifat-sifat perbandingannya dalam kalimat berturut-turut. 5. Rythm dan rima irama dan sajak Irama ialah pergantian turun naik, panjang pendek, keras lembutnya ucapan bunyi bahasa dengan teratur. Irama dibedakan menjadi dua, metrum, yaitu irama yang tetap, menurut pola tertentu. Ritme, yaitu irama yang disebabkan perntentangan atau pergantian bunyi tinggi rendah secara teratur. Irama menyebabkan aliran perasaan atau pikiran tidak terputus dan terkonsentrasi sehingga menimbulkan bayangan angan imaji yang jelas dan hidup. Irama diwujudkan dalam bentuk tekanan-tekanan pada kata. Rima adalah persamaam bunyi dalam puisi. Dalam rima dikenal perulangan bunyi yang cerah, ringan, yang mampu menciptakan suasana kegembiraan serta kesenangan. Bunyi semacam ini disebut euphony. Sebaliknya, ada pula bunyi-bunyi yang berat, menekan, yang membawa suasana kesedihan. Bunyi semacam ini disebut cacophony.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Online, puisi atau disebut juga dengan sajak adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Puisi juga diartikan sebagai gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus. Puisi memiliki dua unsur penting yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Berikut adalah ulasan singkatnya. 1. Unsur intrinsik Unsur intrinsik puisi adalah unsur-unsur yang terkandung dalam puisi dan mempengaruhi puisi sebagai karya sastra. Yang termasuk unsur intrinsik puisi adalah diksi, imaji, majas, bunyi, rima, ritme, dan tema. Diksi atau pilihan kata. Dalam membangun puisi, penyair hendaknya memilih kata-kata dengan cermat dengan cara mempertimbangkan makna, komposisi bunyi dalam rima dan irama, kedudukan kata di tengah konteks kata lainnya, dan kedudukan kata dalam puisi keseluruhan. Daya bayang atau imaji. Yang dimaksud dengan daya bayang atau imaji ketika membangun puisi adalah penggunaan kata-kata yang konkret dan khas yang dapat menimbulkan imaji visual, auditif, maupun taktil. Gaya bahasa atau majas. Gaya bahasa atau majas atau bahasa figuratif dalam puisi adalah bahasa yang digunakan penyair untuk mengatakan sesuatu dengan cara yang tidak biasa atau menggunakan kata-kata yang bermakna kiasan atau lambing. Bunyi. Bunyi dalam puisi mengacu pada digunakannya kata-kata tertentu sehingga menimbulkan efek nuansa tertentu. Rima. Rima adalah persamaan bunyi atau perulangan bunyi dalam puisi yang bertujuan untuk menimbulkan efek keindahan. Ritme. Ritme dalam puisi mengacu pada dinamika suara dalam puisi agar tidak dirasa monoton bagi penikmat puisi. Tema. Tema dalam puisi mengacu pada ide atau gagasan pokok yang ingin disampaikan oleh pengarang melalui puisinya. Baca Juga 20+ Contoh Puisi Sedih Tentang Cinta Luka Bikin Nangis Kumpulan Puisi Renungan Islami, Sedih, Dosa, Kematian yang Sangat Menyentuh Di Hati Bagaimana cerita puisi dan kata kata islami dalam bait bait puisi renungan islami yang berisikan beberapa puisi tema renungan, untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah puisi renungan islami, silahkan disimak saja diawali dari puisi renungan pagi Islami, agar mengerti makna puisi dan kata kata islam yang ada dalam bait-bait puisinya. 1. PUISI RENUNGAN PAGI ISLAMI SAJAK PAGIOleh putri aulia Ku tenun renungan semalamPagi ini masih menghirup kasih NyaKoyakan sisa hari kemarinBiarkan ku sulam menjadi sutraKelembutannya memapah kilauan fajar Menatap awan putih yang tenangMenyerupa seraut senyumanMenghiasi birunya udaraMerdunya kicauan camar membalut kerinduanMelintas segar belaian kesejukan Hamparan menghijau memanjakanTatapan terpesona teduhnyaSesekali datang sekumpulan belalangSang Ilalang tersenyum bergoyang riangHipnotis angan untuk mendekap serinya Desiran ombak di kejauhanSeraya memanggil kedatanganEnggan langkah menyambutnyaKarena wewangian ditaman masih ingin mencumbuIkhlas tetes embun meng aromakan air surgaTak kuasa menyentuhnya, jika menodai kemurnian Back to list title puisi renungan Islami ↑ 2. PUISI ISLAMI TENTANG RENUNGAN Setelah puisi Islami renungan pagi maka selanjutnya adalah puisi Islami tentang renungan, bagaimana cerita puisi dan makna kata Islam dalam bait-bait, disimak saja puisi berikut ini agar memahami makna kata renungan dalam puisinya. DIBALIK TIRAI DIAM TERSIRAT SEBUAH RENUNGANKarya Aceng Muhamad Aripin Kekasihku!! Bukannya aku tak mengimbangimu Tenggelam dalam diam, bisu sejuta bahasaNamun, saat ini aku larut dalam kesufianMenghias diri dengan renungan. Sebab aku takut Dia cemburu, menutup pintu hatikuKetika separuh jiwa ini bersandar pada sebuah kata "cinta" terhadap mahluk-Nya. Sungguh diri bagaikan selembar kertas penuh nodaTerombang-ambing disamudera, lepasMencari pelabuhan tempat untuk bersandarHapuskan kefasikan yang membatu dalam kalbuMeski hanya sebatas dzikir saat mengikir. Kekasihku, maukah kau bersabar sejenak?Dengan menadahkan dedoa, untuk kita, diatas sajadah panjangTempat yang sungguh mulia kala memujaAgar kelak dimasa depan kita dapat memahami makna fu'kahaDengan menyimpuhkan jiwa-raga diatas Dzat pemilik segala rasa Diam dalam RenunganOleh Hijrah Nur Baeti Jenuh RasanyaDalam hati kecil berkecamuk rasaAdakah hari esok kumasih bisa bersuaTak tau kapan saat itu tibaTapi nyata kita dalam antrian panjangYang pasti akan tiba giliran...Ya Allah berilah hamba kesempatanUntuk bisa selalu dan selalu memperbaiki diriTolonglah hambamu ini agar bisaMenjadi lebih baik dalam segala halJanganlah engkau hukum kami ya Rob Atas segala khilaf dan kesenanganMelakukan dosa tapi ampuni kamiBeri hambamu ini pertolonganAgar mencapai Ridhomu AamiiiN.. PUISI HAKIKATOleh Ronny Yudha Dirgantara Dunia hanyalah bayang-bayangYang melekat kemanapun kita pergiDunia juga hanya sehelai sandangYang tak lama lagi pasti dilucuti Raga adalah kendaraan pinjamanMenggunakannya mesti berhati-hatiSemua itu harus kita pertanggung jawabkanSetelah kendaraan masuk garasi Sesungguhnya kita lebih halus dari udaraYang mengembara ke sana kemariDan kita tak punya apa-apaKecuali noda dan suci Kediri, 100718 3. PUISI RENUNGAN KEMATIAN ISLAMI Renungan MalamOleh mensusuri keheningan malamsendiri mematung sunyialunan megatruh terasa menyayatciutkan nyali tuk jumawakan diri terbayang nazak nafas tersedakmenyisa di ujung kematianteringatku kala perkasaseakan semesta tiadakan purna segala rupa warna dunia kelamkusesapi tanpa ingat penciptakini setelah senja mulai menyapaterhentiku di persimpangangontai langkah tiada arah tujuan masihkah cukup sempatkumemelas seberkas ampunsementara tembang pucung bertalumenantiku di ujung waktu Back to list title puisi renungan Islami ↑ 4. PUISI RENUNGAN DOSA ISLAMI Dosa adalah sesuatu yang mengganjal di dalam hati dan enggan diketahui oleh orang lain atau suatu perbuatan yang melanggar hukum Tuhan atau larangan agama, dan berkaitan dengan dosa, berikut ini adalah tema puisi renungan dosa Islami, bagian kelima kumpulan puisi renungan Islami atau puisi- puisi Islami, silahkan disimak saja puisiya berikut ini. RENUNGAN MALAMOleh Maryati Tiada kedamaian yang sesungguhnyaSelain saat bersua dengaMUDalam sujudkuMelantunkan ayat-ayatMuMengAgungkan KebesaranMuMelafadzkan Asma-asmaMuMenguntai doaPenuh harap dan maknaMemohon ampunanAtas segala dosaDan noda Tiada keindahan yang sesungguhnyaSaat hati mensyukuriAtas segala rasa iniDan segala nikmatDan sempatSebelum usai ceritaDan usai usia kita Puisi Renungan DosaOleh Suryati Suri Tengah malam menyapa diriMenangisMerenungBerdoa Meniti likunya kehidupanDahsyat dalam cobaanDoa penuh harapan Tahajud memanggil ragaMengajak dalam taubatMeratapi segala dosa Bekasi PUISI RENUNGAN MALAM SEDIHBy loker puisi jika malam ini adalah malam terakhiraku menghembuskan nafasketika ruh dah jasadku terpisahketika aku harus kembali ke Alam keabadian hanya ini pintaku Ya Rabbpermudahkanlah saat saat terakhir dalam kehidupankuizin kan aku pergi dengan tenang,ampuni segala dosa dan khilafkupermudahkan azab kuburku dan tempatkan aku disurgamutak akan ada satu orangpun yang bisa mengelakakan sebuah takdir yang tertulis dalam kententuanmu Back to list title puisi renungan Islami ↑ Puisi Renungan Ulang Tahun Islami puisi kehidupanKarya Taufik Ismail Hari hari lewat, pelan tapi pasti..Hari ini aku menuju satu puncak tangga yang baru..Karena aku akan membuka lembaran baru..Untuk sisa jatah umurku yang baru.. Daun gugur satu-satu..Semua terjadi karena ijin Allah..Umurku bertambah satu-satu..Semua terjadi karena ijin Allah.. Tapi..Coba aku tengok kebelakang..Ternyata aku masih banyak berhutang..Ya, berhutang pada diriku..Karena ibadahku masih pas-pasan.. Kuraba dahiku..Astagfirullah, sujudku masih jauh dari khusyuk..Kutimbang keinginanku….Hmm.. masih lebih besar duniawiku.. Ya Allah..Akankah aku masih bertemu tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?Akankah aku masih merasakan rasa ini pada tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?Masihkah aku diberi kesempatan? Ya Allah..Tetes airmataku adalah tanda kelemahankuRasa sedih yang mendalam adalah penyesalankuAstagfirullah.. Jika Engkau ijinkan hamba bertemu tahun depanIjinkan hambaMU ini, mulai hari ini lebih khusyuk dalam ibadah..Timbangan dunia dan akhirat hamba seimbang..Sehingga hamba bisa sempurna sebagai khalifahMu.. Hamba sangat ingin melihat wajahMu di sana..Hamba sangat ingin melihat senyumMu di sana..Ya Allah..Ijikanlah... Demikianlah kumpulan puisi renungan Islami, sedih, dosa, kematian yang sangat menyentuh hati. baca juga puisi Islami atau syair Islami menyentuh hati di halaman lain blog puisi dan kata bijak, semoga puisi Islami tentang renungan diatas dapat menghibur dan bermanfaat
Jakarta - Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan memiliki bentuk yang utuh dan satu kesatuan, akan tetapi bentuk yang satu ini sebenarnya terdiri atas beberapa unsur. Unsur-unsur itu tidak dapat dipisahkan satu sama memahami nilai puisi itu lebih dalam, perlu diadakan perbedaan unsur-unsurnya. Jadi, unsur-unsur dalam puisi tidak dapat dipisah-pisahkan, tetapi dapat dibeda-bedakan, seperti diungkap dalam buku Seni Mengenal Puisi karya Agnes membentuk puisi terdapat dua unsur yaitu, unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Agar lebih memahami lebih jelas, simak penjelasan unsur-unsur puisi berikut ini yang dirangkum dari buku Analisis Unsur Pembangunan Puisi yang ditulis oleh Sutji Harijanti, yaitua. Unsur IntrinsikUnsur intrinsik puisi adalah unsur yang terkandung dalam puisi dan memengaruhi puisi sebagai karya Diksi atau pilihan kataDalam membangun puisi, penulis memilih kata dengan cermat dengan cara mempertimbangkan makna. Selain itu, kedudukan kata dalam suatu puisi Daya bayang atau imajiImaji ketika membangun puisi adalah penggunaan kata-kata yang konkret dan khas yang dapat menimbulkan imaji visual, auditif, dan Gaya bahasa atau majasGaya bahasa dalam puisi yaitu bahasa yang dipakai penyair untuk mengatakan sesuatu dengan memakai kata-kata yang bermakna BunyiBunyi dalam puisi mengacu pada penggunaan kata tertentu sehingga menimbulkan efek nuansa RimaRima adalah persamaan bunyi dalam puisi yang bertujuan untuk menimbulkan efek RitmeSelain rima, dalam puisi juga diperlukan adanya ritme, ritme dalam puisi adalah dinamika suara dalam puisi agar tidak monoton bagi penikmat TemaTema dalam puisi adalah gagasan pokok yang ingin disampaikan oleh penulis melalui Unsur ekstrinsikUnsur ekstrinsik puisi adalah unsur-unsur yang berada di luar puisi dan mempengaruhi kehadiran puisi sebagai karya seni. Adapun yang termasuk dalam unsur ekstrinsik puisi yaitu aspek historis, psikologis, filsafat, dan Aspek historis, adalah unsur kesejarahan atau gagasan yang terkandung dalam Aspek psikologis, adalah aspek kejiwaan pengarang yang termuat dalam Aspek filsafat, filsafat berkaitan erat dengan puisi atau karya sastra Aspek religius, dalam puisi mengacu pada tema yang umum diangkat dalam puisi oleh itulah pembahasan mengenai unsur-unsur puisi yang terbagi menjadi dua yaitu intrinsik dan ekstrinsik. Selamat belajar, ya detikers. Simak Video "Sambut Hari Puisi Nasional, Miles Films Garap Antologi Chairil Anwar" [GambasVideo 20detik] pal/pal
Materi Menganalisis Unsur Pembangun Puisi Mapel Bahasa Indonesia kelas 10 SMA/MA - Halo adik adik yang baik apa kabar? semoga dalam keadaan baik baik saja ya, nah pada kesempatan yang baik ini kakak ingin membagikan kepada adik adik mengenai materi yang sudah kakak siapkan, materi ini merupakan materi Bahasa indonesia yang dijelasakan pada pembahasan Menganalisis Unsur Pembangun Puisi untuk adik adik yang duduk dibangku kelas X SMA/MA, Tetap semangat kegiatan pembelajaran 1 ini diharapkan kalian mampu menganalisis unsur pembangun puisi dengan kritis dan semangat agar dapat menulis puisi yang kreatif, inovatif, dan Uraian Materi1. Pengertian PuisiPuisi merupakan bentuk karya sastra dari hasil ungkapan dan perasaan penyair dengan bahasa yang terikat irama, matra, rima, penyusunan lirik dan bait, serta penuh Menganalisis Unsur Pembangun Puisi/b>Materi Menulis Puisi dengan Memperhatikan Unsur PembangunnyaSoal Analisis Unsur Pembangunan Puisi2. Ciri-Ciri Puisia. Puisi LamaPuisi Lama merupakan puisi yang masih terikat oleh aturan-aturan yaitu sebagai berikut ini Jumlah kata dalam 1 barisJumlah baris dalam 1 baitPersajakan rimaBanyak suku kata di tiap barisIramaCiri-Ciri Puisi LamaTak diketahui nama pengarangnyaPenyampaiannya yang bersifat dari mulut ke mulut sehingga merupakan sastra terikat akan aturan-aturan misalnya seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata ataupun Puisi BaruPuisi Baru merupakan puisi yang tidak terikat lagi oleh aturan yang bentuknya lebih bebas daripada puisi lama dalam segi jumlah baris, suku kata, ataupun Puisi BaruMempunyai bentuk yang rapi, simetrisPersajakan akhir yang teraturMemakai pola sajak pantun dan syair walaupun dengan pola yang lainUmumnya puisi 4 seuntaiDisetiap baris atasnya sebuah gatra kesatuan sintaksisDitiap gatranya terdiri dari dua kata pada umumnya 4-5 suku kata3. Jenis-Jenis Puisia. Puisi NaratifPuisi naratif mengungkapkan suatu cerita atau penjelasan penyair. Puisi ini terbagi ke dalam beberapa macam, yakni balada dan romansa. Balada ialah puisi yang berisi cerita tentang orang-orang perkasa ataupun tokoh pujaan. Contohnya yaitu “Balada Orang-orang Tercinta” dan “Blues untuk Bonnie” karya WS Rendra. Romansa ialah jenis puisi cerita yang memakai bahasa romantik yang berisi kisah percintaan yang diselingi perkelahian dan Puisi LirikJenis puisi ini terbagi ke dalam beberapa macam, yakni elegi, ode, dan ialah puisi yang mengungkapkan perasaan duka. Misalnya “Elegi Jakarta” karya Asrul Sani yang mengungkapkan perasaan duka penyair di Kota merupakan sajak percintaan yang dapat dinyanyikan. Kata “serenada” bermakna nyanyian yang tepat dinyanyikan pada waktu senja. Rendra banyak menciptakan serenada dalam 4 Kumpulan Sajak. Misalnya “Serenada Biru”, “Serenada Hitam”, “Serenada Merah Jambu”, “Serenada Kelabu”, “Serenada Ungu”, dan lain sebagainya. Warna-warna di belakang serenade itu menggambarkan sifat nyanyian cinta itu, ada yang bahagia, sedih, dan ialah puisi yang berisi pujaan terhadap seseorang, sesuatu hal, atau sesuatu keadaan. Ode banyak ditulis sebagai pemujaan terhadap tokoh- tokoh yang dikagumi. Contohnya adalah “Teratai” karya Sanusi Pane, “Diponegoro” karya Chairil Anwar, dan “Ode Buat Proklamator” karya Leon Puisi DeskriptifDalam jenis puisi ini, penyair bertindak sebagai pemberi kesan terhadap keadaan/peristiwa, benda, atau suasana yang dipandang menarik perhatian. Puisi yang termasuk ke dalam jenis puisi deskriptif adalah satire dan puisi kritik ialah puisi yang mengungkapkan perasaan ketidakpuasan penyair terhadap suatu keadaan dengan cara menyindir atau menyatakan keadaan kritik sosial ialah puisi yang menyatakan ketidakpuasan penyair terhadap keadaan atau terhadap diri seseorang dengan cara membeberkan kepincangan atau ketidakberesan keadaan atau orang tersebut. Kesan penyairan ini juga dapat kita hayati dalam puisi-puisi impresionistik yang mengungkapkan kesan impresi penyair terhadap suatu Unsur-Unsur dalam Puisia. Unsur intrinsikUnsur intrinsik puisi merupakan unsur-unsur yang terkandung dalam puisi dan memengaruhi puisi sebagai karya sastra. Yang termasuk unsur intrinsik puisi ialah diksi, imaji, majas, bunyi, rima, ritme, dan atau pilihan kata, Dalam membangun puisi, penyair hendaknya memilih kata dengan cermat dengan cara mempertimbangkan makna, komposisi bunyi dalam rima dan irama, kedudukan kata di tengah konteks kata lainnya, dan kedudukan kata dalam suatu puisi bayang atau imaji, Yang dimaksud dengan daya bayang atau imaji ketika membangun puisi ialah penggunaan kata-kata yang konkret dan khas yang dapat menimbulkan imaji visual, auditif, ataupun bahasa atau majas, Gaya bahasa atau majas atau bahasa figuratif dalam puisi ialah bahasa yang dipakai penyair untuk mengatakan sesuatu dengan cara yang tidak biasa atau memakai kata-kata yang bermakna kiasan atau Bunyi dalam puisi mengacu pada dipakainya kata-kata tertentu sehingga menimbulkan efek nuansa Rima ialah persamaan bunyi atau perulangan bunyi dalam puisi yang bertujuan untuk menimbulkan efek Ritme dalam puisi adalah dinamika suara dalam puisi agar tidak dirasa monoton bagi penikmat Tema dalam puisi ialah ide atau gagasan pokok yang ingin disampaikan oleh pengarang melalui Unsur ekstrinsikUnsur ekstrinsik puisi merupakan unsur-unsur yang berada di luar puisi dan memengaruhi kehadiran puisi sebagai karya seni. Adapun yang termasuk dalam unsur ekstrinsik puisi ialah aspek historis, psikologis, filsafat, dan historis merupakan unsur-unsur kesejarahan atau gagasan yang terkandung dalam psikologis merupakan aspek kejiwaan pengarang yang termuat dalam filsafat, beberapa ahli menyatakan bahwa suatu filsafat berkaitan erat dengan puisi atau karya sastra keseluruhan. Beberapa ahli lainnya menyatakan bahwa filsafat dan karya sastra dalam hal ini puisi, tidak saling terkait satu sama lain. Aspek religius dalam puisi mengacu pada tema yang umum diangkat dalam puisi oleh Struktur dalam Puisia. Struktur BatinStruktur batin puisi bisa disebut juga sebagai hakikat suatu puisi yang terdiri dari beberapa hal, seperti 1 Tema/ Makna senseTema/Makna sense adalah unsur utama dalam puisi karena dapat menjelaskan makna yang ingin disampaikan oleh seorang penyair yang medianya berupa Rasa feelingRasa feeling adalah sikap sang penyair terhadap suatu masalah yang diungkapkan dalam puisi. Pada umumnya, ungkapan rasa ini berkaitan dengan latar belakang sang penyair, misalnya agama, pendidikan, kelas sosial, jenis kelamin, pengalaman sosial, dan Nada toneNada tone adalah sikap seorang penyair terhadap audiensnya serta sangat berkaitan dengan makna dan rasa. Melalui nada, seorang penyair dapat menyampaikan suatu puisi dengan nada mendikte, menggurui, memandang rendah, dan sikap lainnya terhadap Tujuan intentionTujuan intention/maksud/amanat adalah suatu pesan yang ingin disampaikan oleh sang penyair kepada Struktur FisikStruktur fisik suatu puisi bisa disebut juga dengan metode penyampaian hakikat suatu puisi, yang terdiri dari beberapa hal berikut ini 1 Perwajahan Puisi tipografiTipografi ialah bentuk format suatu puisi, seperti pengaturan baris, tepi kanan-kiri, halaman yang tidak dipenuhi kata-kata. Perwujutan puisi ini sangat berpengaruh pada pemaknaan isi puisi itu DiksiDiksi merupakan pemilihan kata yang dilakukan oleh seorang penyair dalam mengungkapkan puisinya sehingga didapatkan efek sesuai dengan yang diinginkan. Pemilihan kata pada puisi sangat berkaitan dengan makna yang ingin disampaikan oleh si ImajiImaji ialah susunan kata dalam puisi yang bisa mengungkapkan pengalaman indrawi sang penyair pendengaran, penglihatan, dan perasaan sehingga dapat memengaruhi audiens seolah-olah merasakan yang dialami sang Kata KonkretKata konkret merupakan bentuk kata yang bisa ditangkap oleh indra manusia sehingga menimbulkan imaji. Kata-kata yang dipakai umumnya berbentuk kiasan imajinatif, misalnya penggunaan kata “salju” untuk menjelaskan kebekuan Gaya BahasaGaya bahasa merupakan penggunaan bahasa yang bisa menimbulkan efek dan konotasi tertentu dengan bahasa figuratif sehingga mengandung banyak makna. Gaya bahasa ini bisa disebut juga dengan majas metafora, ironi, repetisi, pleonasme, dan lain-lain.6 Rima/ IramaIrama/ rima ialah adanya persamaan bunyi dalam penyampaian puisi, baik di awal, tengah, maupun akhir puisi. Beberapa bentuk rima yakni Onomatope, yakni tiruan terhadap suatu bunyi. Misalnya ng’ yang mengandung efek intern pola bunyi, yakni aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi, dan kata, yakni penentuan tinggi-rendah, panjang-pendek, keras-lemah suatu Analisis Unsur Unsur dalam PuisiBaca dan cermatilah puisi berikut ini dengan saksama!Hujan Bulan JuniKarya Sapardi Djoko DarmonoTak ada yang lebih tabah Dari hujan bulan juniDirahasiakannya rintik rindunya Kepada pohon yang berbunga ituTak ada yang lebih bijak Dari hujan bulan juniDihapusnya jejak-jejak kakinya Yang ragu-ragu di jalan ituTak ada yang lebih arif Dari hujan bulan juniDibiarkannya yang tak terucapkan Diserap akar pohon bunga itu1. Analisis struktur batin puisi “Hujan Bulan Juni”Struktur batin merupakan struktur tak kasat mata yang ikut membangun puisi dari dalam. Struktur batin membangun dan memberi ruh pada puisi sehingga puisi dapat menjadi media penyalur makna akan sesuatu. Unsur-unsur tersebut antara lain, sebagai berikuta. TemaBerdasarkan hasil analisis puisi struktur fisik puisi “Hujan Bulan Juni” dapat disimpulkan tema dasar dari puisi ini mengenai perasaan yang tidak tersampaikan dan tertahan. Perasaan pengarang berupa rasa rindu atau cinta yang disembunyikan penyair kepada tambatan Rasa/PerasaanPerasaan adalah sikap penyair terhadap inti masalah dalam puisi. Perasaan penyair dalam puisinya diketahui melalui gambaran ungkapan yang digunakan dalam setiap unsur struktur fisik yang dikandung dalam puisi untuk menyampaikan suasana hati penyair yang harus dipahami pembaca. Keseluruhan struktur fisik puisi ini menggambarkan perasaan dan suasana hati penyair. Pilihan kata, versifikasi, majas, pencitraan, dan tipografi yang sengaja digunakan dalam puisi ini secara jelas menunjukannya. Perasaan rindu atau cinta yang ditahan, tidak diungkapkan kepada seseorang. Penyair menghadapinya dengan berbesar hati untuk tabah menyimpannya dan dengan bijak berusaha untuk ,menghilangkan rasa yang tengah ia Tone/NadaNada mengungkapkan sikap penyair terhadap pembaca Waluyo, 200537. Hal ini terkait pokok persoalan yang diungkapan dalam puisi. Nada dimaksudkan menyampaikan kisah yang ingin disampaikan penyair tentang permasalahan yang pernah dialami puisi “Hujan Bulan Juni” termasuk nada sendu karena puisi ini secara fisik seperti penjelasan sebelumnya, puisi ini merupakan lambang perasaan yang ditahan dan pada akhirnya penyair menyerah dan memilih untuk tidak menyampaikan AmanatPesan atau nasihat merupakan kesan yang ditangkap pembaca setelah membaca puisi. Amanat puisi disimpulkan dari sikap dan pengalaman pembaca yang tentunya masih berkaitan dengan tema dan isi yang dikemukakan “Hujan Bulan Juni” karya Sapardi Djoko Damono memiliki amanat tentang ketabahan, kearifan, dan kebijaksanaan yang harus dimiliki seseorang dalam keadaan berat sekalipun. Puisi ini juga mengamanatkan agar tidak berlarut-larut dalam perasaan sedihnya, agar segera melupakan perasaan yang membuatnya tidak Analisis struktur fisik puisi “Hujan Bulan Juni”a. TipografiTipografi adalah tatanan larik atau bait puisi yang dibentuk sedemikian rupa untuk mendukung isi dari puisi. Tipografi atau perwajahan puisi merupakan bentuk visual untuk memperindah bentuk puisi dan berfungsi sebagai anasir hiasan bentuk serta memberi petunjuk bagaimana seharusnya puisi itu “Hujan Bulan Juni” tidak memiliki tipografi khusus. Penulisan puisi ini tidak memiliki kriteria tipografi berbentuk nyeleneh atau berbeda. Teknik penulisan seperti pada umumnya menggunakan rata kiri seperti yang tertera di Majas/bahasa kiasanSesuai dengan hakikat puisi sebagai pemusatan dan pemadatan ekspresi, bahasa kias dalam puisi merupakan sarana pengendepanan sesuatu yang ganda menjadi tunggal. Kata akan mengalami pemadatan dan dibiaskan dari makna realistisnya sehingga kata-kata mengalami perluasan dan pembiasan ini biasanya menggunakan majas sebagai medianya. Adapun macam-macam majas antara lain, metafora, simile, personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke, eufemisme, repetisi, anafora, pleonasme, antithesis, alusio, klimaks, antiklimaks, satire, pars pro toto, totem pro parte, hingga paradoks. Majas-majas yang sifatnya lugas ini banyak disematkan ke dalam puisi untuk membangkitkan tanggapan atas pembaca. Puisi “Hujan Bulan Juni” menggunakan sebagian dari majas-majas di atas, antara lain1 Majas personifikasiMerupakan majas yang memanusiakan benda mati. Benda-benda mati ini digambarkan seolah-olah dapat melakukan aktivitas manusia....hujan bulan juni Dihapusnya jejak-jejak..Pada larik ini seolah-olah bulan juni dapat melakukan pekerjaan manusia yaitu menghapus jejak-jejak.…hujan bulan juni…tak terucapkanPotongan larik ini memberi gambaran seolah-olah hujan bulan Juni memiliki kemampuan untuk berbicara dan menyimpan Majas metonimiaMerupakan majas yang menggunakan nama ciri atau nama benda yang dikaitkan dengan orang atau sesuatu sebagai penggantinya. Hujan bulan juni, merupakan simbolik rasa rindu dan cinta yang tak sempat diucapkan oleh penyair. Pohon berbunga itu merupakan simbol tambatan hati CitraanCitraan bagi penyair merupakan kata atau serangkaian kata yang digunakan untuk membangun komunikasi estetik atau untuk menyampaikan pengalaman inderawinya. Citraan bagi pembaca merupakan pengalaman inderawi yang ditimbulkan oleh sebuah kata atau serangkaian kata, sehingga pembaca seolah-olah ikut merasakan, mendengar, menyentuh , dan melihat apa yang digambarkan oleh “Hujan Bulan Juni” memiliki banyak citraan bahkan hampir seluruhnya merupakan citraan karena puisi ini membawa pembaca seolah-olah ikut melihat dan mendengar akan kehadiran aktivitas bulan Juni. Salah satu contoh pada bait di bawah ada yang lebih bijak Dari hujan bulan juniDihapusnya jejak-jejak kakinya Yang ragu-ragu di jalan ituMembaca bait ini seakan pembaca dibawa pada dimensi hujan bulan juni yang hidup. Pembaca juga seolah-olah juga melihat dihapusnya jejak kaki di DiksiDiksi yaitu pemilihan kata, kata-kata dalam puisi haruslah dipilih sedemikian rupa agar menimbulkan efek imaji estetik pada pembaca. Pemilihan kata dalam puisi dengan mempertimbangkan makna, komposisi bunyi, kedudukan kata dengan kata lain, dan kedudukan kata dalam keseluruhan dilihat dan dipahami secara mendalam, pilihan kata yang terdapat pada puisi “Hujan Bulan Juni” merupakan kata-kata yang sederhana, tidak rumit, dan dekat dengan realitas hidup. Meskipun demikian, kesederhanaan ini tidak berarti mengurangi kualitas estetik dan isi, sebaliknya kesederhanaan diksi yang dipilih oleh penyair mampu membangkitkan pengalaman tersendiri bagi pembaca. Puisi ini dengan kesederhanaan diksi yang disajikan memiliki tafsiran yang sangat Menganalisis Unsur Pembangun Puisi/b>Materi Menulis Puisi dengan Memperhatikan Unsur PembangunnyaSoal Analisis Unsur Pembangunan PuisiTak ada yang lebih tabah Dari hujan bulan juniKedua baris puisi di atas merupakan penjelasan tentang rasa yang berusaha ditahan. Larik pertama secara gamblang mengungkapkan ketabahan dalam menahan sesuatu. Larik kedua menyajikan kata yang kontradiktif, hujan dan bulan Juni. Pada umumnya berdasarkan penanggalan musim di Indonesia bulan Juni merupakan bulan kemarau, terlebih mengingat musim pada saat puisi ini muncul masih berjalan teratur. Apabila bulan Juni disandingkan dengan kata hujan, dapat berarti ketabahan seseorang yang menahan perasaannya diibaratkan hujan yang harus menahan dirinya untuk tidak muncul di musim kemarau. Hujan haruslah menahan bulir-bulirnya agar tidak rintik rindunya…pada pohon yang berbungaKata rintik rindunya jelas merupakan gambaran rasa yang tengah dirasakan penyair. Pohon yang berbunga diindikasikan merupakan tambatan hati sang penyair atau muara dari semua “rasa” yang dimiliki penyair. Kata dirahasiakannya mempertegas bahwa penyair tengah memendam jejak-jejak kakinya Yang ragu-ragu dijalan ituKedua baris tersebut menunjukkan bahwa penyair merasa ragu-ragu karena suatu hal, ia tidak berani mengungkapkan perasaannya. Kata dihapusnya dapat diartikan penulis mulai menyerah dan berhenti meneruskan perasaannya, dipertegas dengan kata jejak-jejak kakinya yang merupakan rasa rindu dan cintanya.…arifDibiarkanya yang tak terucapkan Diserap akar pohon bunga ituKetiga larik tersebut memberi penegasan pada larik-larik sebelumnya, bahwa penyair menyerah dan beritikad untuk tidak menunjukkan perasaannya. Penyair dengan sangat arif berkeinginan untuk melupakan rasa rindu dan cintanya Versifikasi rima/IramaBerhubungan dengan rima, ritme, dan mentrum. Rima adalah persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah, dan akhir baris puisi. Persamaan bunyi membentuk musikalisasi atau orkestrasi sehingga puisi menjadi menarik untuk dibaca. Puisi “Hujan Bulan Juni” memiliki rima yang bebas tidak ada pengulangan bunyi tertentu. Bait pertama berima a-i-au, bait kedua berima a-i-a-u, bait ketiga berima i-i-a-u. apabila dilihat dari kata perkata, bunyi vokal a digunakan untuk menggambarkan rasa optimis, vokal i digunakan untuk menggambarkan kesedihan, dan vokal u digunakan untuk menggambarkan ditarik kaitan antara fungsi vokal sebagai penanda suasana, dengan rima pada puisi ini. Rima puisi ini menimbulkan gambaran suasana sedih dan gundah dari penyair karena rindu dan cintanya yang tak tersampaikan. Vokal a yang ada menunjukkan bahwa penyair juga tengah berusaha untuk bangkit menyemangati diri sendiri dan berusaha tidak berlarut-larut dalam merupakan tinggi-rendah, panjang-pendek, keras-lemahnya bunyi yang membentuk suatu rangkaian irama yang indah pada puisi. Ritme dibagi menjadi tiga jenis Andante kata yang terdiri dari dua vokal, menimbulkan irama yang lambatAllegro kata yang terdiri dari tiga vokal, menimbulkan irama sedangMotto allegro kata yang terdiri dari empat vokal, menimbulkan irama “Hujan Bulan Juni” perlu diuraikan kata perkata untuk menemukan ritme irama secara tekstual, berdasarkan pembagian jenis ritme seperti di atas maka didapati hasil sebagai berikut Vokal yang terdiri dari 1-2 kata terdapat 45 kata Vokal yang terdiri dari 3 kata terdapat 4 kata Vokal yang terdiri dai ≥4 kata terdapat 4 kataDapat disimpulkan bahwa vokal 1-2 kata mendominasi isi puisi sehingga dapat dipastikan ritme utama dalam puisi ini adalah ritme andante, ritme dengan tempo lambat. Hal ini seolah menambah kesan kerahasiaan yang sendu dalam puisi. Mentrum merupakan efek magis dari bunyi-bunyian yang ditimbulkan dari kata perkata dalam yang terdapat pada puisi ini seolah memberi napas nuansa dalam puisi sehingga puisi lebih hidup. Efek dari bunyi-bunyian itu membawa efek tersendiri bagi pembaca. Rima, ritme, dan mentrum pada puisi ini seakan- akan membawa pembaca pada suasana sendu dibuktikan dengan dominasi vokal a-i-u. Ritme lambat yang diciptakan menambah kesan sendu juga menyiratkan kalian paham dengan penjelasan yang terdapat dalam modul? Sudah pahamkah dengan contoh analisisnya? Baiklah kalau sudah jelas dan paham, Mari kita coba untuk belajar mempraktikkan menulis kerjakanlah latihan-latihan soal dan materi pengayaan simaklah isi link berikut ini! RangkumanPuisi merupakan bentuk karya sastra dari hasil ungkapan dan perasaan penyair dengan bahasa yang terikat irama, matra, rima, penyusunan lirik dan bait, serta penuh terbagi menjadi 2 yaitu puisi lama dan puisi baru. Puisi lama adalah puisi yang masih terikat oleh aturan-aturan. Sedangkan puisi baru adalah puisi yang sudah tidak terikat lagi oleh aturan-aturan sehingga lebih bebas dibandingkan puisi terbagi menjadi tiga jenis yaitu puisi naratif, puisi lirik yang terdiri dari elegi, ode, dan serenade, dan puisi deskriptif yang terdiri dari satire dan puisi kritik dalam puisi meliputi unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik dalam puisi yaitu diksi, imaji, majas, bunyi, rima, ritme, dan tema. Sedangkan unsur ekstrinsik puisi yaitu aspek historis, aspek psikologis, aspek filsafat, dan aspek dalam puisi dibagi menjadi dua yaitu struktur batin dan struktur fisik. Struktur batin terdiri dari tema, rasa, nada, dan tujuan sedangkan struktur fisik terdiri dari tipografi, diksi, imaji, kata konkret, gaya bahasa, dan Latihan SoalBacalah puisi berikut!Sajadah PanjangAda sajadah panjang terbentang Dari kaki buaianSampai ke tepi kuburan hamba Kuburan hamba bila matiAda sajadah panjang terbentang Hamba tunduk dan sujudDi atas sajadah yang panjang ini Diselingi sekedar interupsiMencari rezeki, mencari ilmu Mengukur jalanan seharian Begitu terdengar suara azan Kembali tersungkur hambaAda sajadah panjang terbentang Hamba tunduk dan rukukHamba sujud dan tak lepas kening hamba Mengingat DikauSepenuhnya.Taufiq Ismail1. Tuliskan imaji yang terdapat dalam puisi tersebut!2. Tuliskan makna bait ke-3 puisi tersebut!3. Bacalah puisi di bawah ini!Museum PerjuanganSusunan batu yang bulat bentuknya berdiri kukuh menjaga senapan tua peluru menggeletak di atas meja menanti putusan tahu sudah, di dalamnya tersimpan darah dan air mata kekasih Aku tahu sudah, di bawahnya terkuburkenangan dan impianAku tahu sudah, suatu kali ibu-ibu direnggut cintanya dan tak pernah kembaliBukalah tutupnyasenapan akan kembali berbunyi meneriakkan semboyan Merdeka atau sesudah sebuah perang selalu pertempuran yang baru melawan dirimu.KuntowijoyoTulislah makna yang terdapat dalam puisi “Museum Perjuangan”!Kunci Jawaban dan Pembahasan Latihan Soal Kegiatan 11. Tuliskan imaji yang terdapat dalam puisi tersebut!2. Tuliskan makna bait ke-3 puisi tersebut!Makna yang terkandung dalam bait ke-3 puisi tersebut adalah tentang manusia yang hidup tidak hanya untuk beribadah, tetapi juga tentang manusia yang tidak dapat terlepas dari kebutuhan hidup di dunia. Setelah manusia mencari rezeki untuk kebutuhan hidupnya, manusia tetap harus kembali kepada Tulislah makna yang terdapat dalam puisi “Museum Perjuangan”!Makna yang terdapat dalam puisi Museum Perjuangan karya Kuntowijoyo adalah penjelasan tentang perjuangan seorang pahlawan. Ia harus pergi untuk berperang, siap untuk tetap hidup atau mati demi kata merdeka untuk negerinya. Perjuangan pahlawan harus selalu terus diingat sebagai momentum generasi muda untuk berkontemplasi dan merefleksikan diri dalam hidup bermasyarakat dan bernegara sejauh mana generasi muda mampu berkarya dan berkreasi dalam menumbuhkan kebaikan serta mampu membuat inovasi untuk ikut serta dalam memajukan bangsa dan negara. Selain itu, puisi Museum Perjuangan juga seolah mengingatkan dan menasihati kita bersama bahwa sesudah kita merdeka, sesudah kita selesai berperang, sesungguhnya musuh kita bukan orang lain, tetapi musuh kita adalah diri kita Penilaian DiriSetelah kalian belajar bertahap dan berlanjut melalui kegiatan belajar 1, berikut diberikan tabel untuk mengukur diri kalian terhadap materi yang sudah kalian pelajari. Jawablah sejujurnya terkait dengan penguasaan materi modul ini, dan isilah tabel refleksi diri terhadap pemahaman materi di tabel berikut dan Centanglah.Tabel Refleksi Diri Pemahaman MateriJika menjawab “TIDAK” pada salah satu pertanyaan di atas, Pelajarilah kembali materi tersebut dan pelajari ulang kegiatan belajar 1 yang sekiranya perlu kalian ulang. Jangan putus asa untuk mengulang lagi!. Apabila kalian menjawab “YA” pada semua pertanyaan, maka lanjutkan ke Kegiatan Pembelajaran semangat dan bahagia ya!
apa yang dimaksud daya bayang pada puisi